ABU FATIH

Menuju Islam Kaffah

Arsip untuk ‘Dunia Islam’ Kategori

Gaza akan Mewisuda 12 Ribu Penghafal Al-Qur’an

Posted by mhdnurulhadi pada 18/07/2010

dakwatuna.com – Gaza, Hampir 12 ribu penghafal al-Qura di Jalur Gaza, setelah mereka menyelesaikan tahap akhir pemantapan selama 60 hari selama berturut-turut. Mereka tersebar pada ratusan pusat penghafal tahfidz Al-Qur’an di Gaza. Termasuk kamp-kamp pengungsian yang dijadikan halaqah-halaqah hifdzil Qur’an. Mereka menamakan halaqah-halaqah tersebut “Generasi Qur’ani Untuk Al-Aqsha” yang berada di bawah pembiayaan pemerintah Palestina pimpinan Ismael Haneya dan langsung dibawah pengawasan departemen waqaf dan urusan agama Palestina.

Halaqah-halaqah ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Mereka berlomba-lomba mendaftarkan anak-anaknya pada halaqah tersebut, hingga banyak diantara para perserta yang ditolak, karena tempatnya sudah tak menampung lagi. Sukses Besar Sementara itu, Dr. Thalib Abu Syaer, menteri waqaf dan urusan agama Palestina mengatakan, kami sedang berupaya mewisuda sejumlah penghafal Al-Qur’an, setelah sebelumnya sukses selama beberapa tahun terakhir dan tentu kami merasa bangga.

Dalam wawancaranya dengan pusat infopalestina, menteri waqaf mengatakan, jauh-jauh hari kami sudah merencanakan dan menyusun perangkat-perangkat yang diperlukan dalam program kamp qur’ani. Ia berharap programnya ini bisa sukses. Ia menyebutkan, ada sekitar 870 penghafal Al-Qur’an yang tersebar di 272 pusat tahfidz Al-Qur’an di Jalur Gaza (Rafah, Khanyunis, Gaza Tengah, Gaza, Gaza Utara). Ia mengisyaratkan, pihaknya sedang mempersiapkan perhelatan akbar dan spektakuler untuk memberkan penghargaan pada para penghafal Al-Qur’an. Ia mengungkapkan bangga atas prestasi para penghafal tersebut. ini adalah kebiasaan yang baik yang digalakan pemerintah Palestina melalui menteri waqaf dan urusan agama secara khusus.

Peningkatan kemampuan dalam membaca dan menghafal Di sisi lain, Dr. Abdullah Abu Jarbu deputi departemen waqaf mengatakan, proyek hifdzil Al-Qur’an yang dilakukan departemen waqaf ini bertujuan secara langsung mencetak para penghafal Al-Qur’an, di samping meningkatkan bacaan mereka. Dr. Abu Jarbu’ menjelaskan, ada sejumlah mahasiswa yang mempunyai predikat al-hafidz.

Pihaknya sangat memperhatikan masalah ini dengan memunculkan bakat dan kemampuan mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Mereka dipersiapkan untuk mengikuti kamp musabaqah tilawatil al-Qur’an regional dan internasional yang dapat mengangkat derajat Palestina di dunia internasional.

Proyek Besar Di pihak lain, Diyab Radhi, seorang warga Palestina di Gaza sangat menghargai langkah yang dilakukan departemen waqaf dan urusan agama. Ia mengucapkan terima kasih pada pemerintah dalam hal ini, yang telah mengadakan program kamp hifdzil Al-Qur’an. Ia menambahkan, kami telah menunggu dengan shabar musim panas tiba untuk memulai proyek besar ini dan agar kita bisa membentuk anak-anak kita dan selanjutnya kita membantu mereka untuk menghafal al-Qur’an dalam waktu tertentu. (asy/ip/ut)

Ditulis dalam Dunia Islam | Tinggalkan sebuah Komentar »

Gaya Obama merayu Islam

Posted by mhdnurulhadi pada 08/04/2009

Wednesday, 08 April 2009 00:00 WIB  dikutip dari : waspada.co.id
VINA RAMITHABarack Obama seperti pencuci piring kotor yang ditinggalkan administratur George W. Bush. Kini, dia tunggang langgang memperbaiki hubungan dengan dunia Islam. ‘Anak Menteng’ itu mengawalinya dengan lawatan ke Turki. Berhasilkah upayanya?Begitu sampai di Turki, Obama langsung membuat penegasan: AS bukanlah musuh dan tak pernah berperang dengan Islam. Di hadapan parlemen Turki, dia mengatakan negara itu merupakan aliansi penting bagi AS di berbagai bidang. Salah satunya, memerangi terorisme.”Amerika Serikat bukan musuh Anda. Kami tak akan pernah memerangi Islam. Hubungan dengan Islam, bahkan merupakan sesuatu yang sangat penting,” kata Obama.Terlihat jelas usahanya untuk meciptakan jembatan dengan dunia Muslim yang dirusak Bush sejak serangan teroris di WTC dan Pentagon pada 11 September 2001. Bush, kala itu, seperti hendak menyamakan Islam dengan terorisme.

“Hubungan Amerika dengan dunia Islam tak bisa didasarkan pada pertentangan terhadap Al Qaeda. Kami mencari sebuah hubungan yang saling menguntungkan dan menghormati,” lanjut Obama sebuah konferensi pers di Turki.

Selama 25 menit, Presiden AS ke-44 itu meyakinkan publik Turki bahwa dirinya mengharagi kepercayaan Islam. Menurutnya, Muslim selama berabad-abad telah membentuk dunia menjadi lebih baik, bahkan termasuk Amerika sendiri.

Seluruh ruangan pun terdiam, seolah terbawa dalam pesona khas Obama dan diplomasi American Style-nya. Aplaus sepenuh hati langsung terdengar saat Obama menyampaikan dukungan AS untuk usaha pemerintah Turki dalam memerangi PKK, yang dianggap kedua negara sebagai teroris. Tepukan tangan kembali terdengar saat presiden kulit hitam pertama AS itu mengatakan mereka tidak sedang berperang dengan Islam.

Tak hanya itu, Obama juga akan mendukung langkah Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE). Mulanya, ia menyatakan akan tetap mendukung pernyataan yang dibuat pada 2008. Pernyataan itu adalah menyangkut pemerintahan Ottoman sebagai pelopor pembunuhan besar-besaran terhadap bangsa Armenia pada awal abad ke-20. Lama kelamaan, Obama berhenti mengulang-ulang kata genosida.

Dalam kampanyenya menuju kursi kepresidenan itu, Obama mengatakan genosida Armenia bukanlah sesuatu yang tak ada buktinya. Menurutnya, ada dokumentasi sejarah yang bisa membuktikan kejadian itu. Di posisinya saat ini, ia tentu tak bisa berbicara sembarangan lagi. Ia bahkan meminta Turki untuk membantu negara Muslim lainnya, Palestina, dalam menyelesaikan masalah mereka di kawasan tersebut.

Kunjungan Obama ke negara Muslim ini tentunya mendapat perhatian yang besar. Sebab Bush tak pernah sekalipun menunjukkan sikap yang sama.

Lalu agenda apa yang ia bawa ke Turki? Ketika berbicara dengan PM Turki, Recep Tayyip Erdogan, lagi-lagi agenda utama yang ia bawa mengenai Afganistan. Obama berharap Turki mau mengerti strategi AS di Afganistan, yakni untuk menjamin keamanan sipil dengan menambah jumlah serdadu di negara tempat bersarangnya Al Qaeda itu.

“Pada akhirnya, Turki tetap partner strategis AS. Tak hanya dalam memerangi terorisme, juga mengembangkan jaringan ekonomi dan politik yang berujung pada kemakmuran dunia,” papar Obama.

Ia bukannya tak menyadari ketegangan hubungan AS-Turki. Tapi, menurutnya, kedua negara sudah berada pada arah yang tepat. Kunjungan ke Turki merupakan penutup dari rangkaian lawatan Obama ke tanah Eropa. Ia telah menghadiri KTT G-20 di London, merayakan ulang tahun NATO ke-60 di Strasbourg, Prancis, serta mengunjungi Republik Ceko dan Praha.

Turki menyumbangkan serdadu terbanyak di NATO setelah AS. Selain Turki, hanya Albania negara Muslim yang bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara itu. Penentang invasi AS ke Irak dan Afghanistan itu telah bersikap lebih terbuka setelah Obama menarik mundur serdadunya.

Perbaikan citra AS juga terlihat dengan melibatkan Indonesia sebagai salah satu negara Asia pertama yang dikunjungi Menlu Hillary Clinton beberapa waktu lalu. Kunjungan ke Indonesia dinilai penting, sebagai negara Muslim terbesar dunia dengan perekonomian yang cukup kuat.

 

Ditulis dalam Dunia Islam | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.