Kuala Lumpur, 16 September 2009
Setiap orang pasti menginginkan keindahan sebagai hiasan kehidupannya. Saat kita berbelanja ke shooping complex misalnya, kita akan memilih baju dan celana yang indah yang akan kita beli. Rumah yang kita diamipun selalu kita jaga dan pelihara, baik luar maupun dalam rumah, supaya indah dipandang mata. sebab indah mengandung nilai yang berkualitas dan terbaik. Jika seseorang menghadiri undangan pesta pernikahan, iapun tak fikir panjang akan memilih baju dan berpenampilan yang sempurna. Busana yang paling bagus, yang ia simpan dan pakai untuk momen-momen tertentu saja yang akan ia pilih.
Saat seorang calon suami yang ingin melangsungkan pernikahan, ia pasti akan mencari pasangan yang terbaik, walaupun dalam kaca mata setiap orang, nilai bagus dan baik itu ada sedikit berbeda. namun yang lazim dan umumnya orang menginginkan, mencari yang terbaik, terindah dan berkualitas. calon istripun tidak tinggal diam, bila calon pasangannya tidak memiliki standard terbaik (menurutnya), iapun urung untuk menerima lamaran dan tawaran untuk dipersunting.
Begitulah, kehidupan ini diciptakan. Manusia sebagai makhluq Allah diciptakan dalam bentuk yang paling sempurna dan memiliki sifat-sifat yang cendrung menyukai dan mencintai kesempurnaan. Manusia yang tercipta adalah pilihan dari jutaan sperma yang ada. sehingga ketika ia hidup di dunia ini, sesuatu yang terbaik akan menjadi pilihannya. Hal itu telah termaktub dalam Al Qur’an surat As-sajadah: 7 dan At Tin: 4.
Manusia berlomba-lomba untuk mencapai sesuatu yang terbaik. sebuah perusahaan atau institusi misalnya akan mengejar standard kualitas agar ia bisa memenangkan persaingan antara perusahaan lain.
Nah…, potensi-potensi ini, kecendrungan yang dimiliki ini diasah untuk melakukan ketaatan kepada Allah, maka itulah sebenarnya yang diinginkan oleh Allah, sebab sifat-sifat mencintai keindahan, kecendrungan mencapai sesuatu yang terbaik itu Allah ilhamkan untuk mencapai derajat ketaqwaan kepada Allah SWT.
Rasulullah dan para sahabanya serta salafussaleh, telah melakonkan kehidupan yang terbaik, mengasah dirinya untuk hidup dengan keindahan dan berkualitas dengan tuntunan syariah sebagaimana yang ada dalam al Qur’an dan Hadits. Mereka telah melihat, memahami, merasakan dan menikmati keindahan kehidupan yang sebenarnya dengan Al Qur’an dan Sunnah. sehingga kita terkesima melihat kegigihan dan kesungguhan yang ditampilkan mereka untuk istiqamah di dalam Islam dan menyebarkan Risalah Dakwah. Mereka melihat keindahan dalam Aqidah Islamiyah, Akhlaqul karimah, Ibadah dan Mua’malah. tidak satupun ditolak. Sami’na wa Atha’na.
Ada sahabat yang rela meninggalkan harta, rumah dan kekayaannya saat perintah hijrah diturunkan. siksaan, gangguan dan ancaman kafir Quraisy tak menjadikan aqidah bergeser. kita juga melihat sahabat-sahabat yang rela berkorban jiwa, harta dan nyawanya saat perintah berperang diiturunkan. mereka rela memecahkan kendi-kendi arak saat perintah larangan meminum arak disyariatkan. mereka bangga mengenakan busana taqwa yang menutup auratnya. begitulah mereka telah berhasil melatih dirinya untuk hidup dengan keindahan bersama Islam.
Ya Allah berilah kami kekuatan untuk menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup kami sehingga keindahan yang hakiki bisa kami nikmati. amin Allahumma Amin